Karena keluarga besar Buccinator sekarang sudah mulai beragam keahlian dan keminatannya di bidang ilmu kedokteran dan kesehatan, kami terbuka untuk saling diskusi, bisa antar kolega, juga untuk pembaca semua dengan keluarga besar Buccinator. Warga kami dengan terbuka berusaha menjawabnya. Mungkin tidak bisa cepat dibalas mengingat tidak semuanya familiar dengan teknologi maya yang supercepat ini. Silakan bisa bertanya dan harap sabar menanti jawabannya. Terimakasih.
6 Comments
November 24, 2008 at 4:56 am
Numpang tanya ya om dan tante dokter2: Apa yach yg dimaksud dengan methadone dan subutex itu? apa gunanya?
November 24, 2008 at 4:57 am
Satu lagi lebih bahaya mana hepatitis A, B atau C?
November 24, 2008 at 6:30 am
@ Hilda : saya dr. Putu Arya Nugraha (panggilan dr ente), saat ini sedang menempuh spesialisasi ilmu penyakit dalam, saya coba jawab ya. Kalau soal bahaya, ketiganya bisa memiliki tingkat bahaya yang sama, kalau ukurannya adalah kemungkinan terjadinya kematian. Namun hepatitis A dan B/C lebih sering dibedakan atas dasar “perjalanan alamiah” penyakitnya.
Hepatitis A (dan juga subtipe E) yang penularannya lewat makanan cenderung akan sembuh sempurna namun fatalitas yang bisa ditimbulkan adalah terjadinya kegagalan hati mendadak (akut) dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. Beberapa faktor yang bisa memudahkan terjadinya fatalitas ini antara lain makin tua umur, wanita hamil atau penderita yang sudah mempunyai penyakit hati sebelumnya.
Sedangkan hepatitis B/C (dan juga subtipe D) yang penularannya melalui darah cenderung akan berkembang menjadi proses infeksi menahun (kronis) dan sangat jarang menyebabkan kegagalan hati mendadak. Namun sebaliknya bisa menyebabkan terjadinya hepatitis kronik, sirosis (jaringan parut hati) dan bahkan perkembangan ganas (kanker hati) yang risiko kematiannya juga sangat tinggi, kecuali diterapkan pengobatan cangkok hati (transplantasi) maka sangat mungkin bisa menyelamatkan.
November 24, 2008 at 10:15 am
Hilda,
Metadone adalah suatu opioid sintetis yang berbentuk cairan yang digunakan sebagai terapi pengganti (substitusi) untuk mereka yang ketergantungan narkoba jenis heroin (atau sering disebut putaw). Di Indonesia sejak tahun 2003 metadon masuk untuk mengurangi resiko penularan HIV dan penyakit lain (seperti hepatitis C) dikalangan pengguna heroin suntik. Mereka yang menggunakan heroin suntik disarankan mengikuti PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon). Mereka harus datang setiap hari dan diberikan dosis yang ditentukan oleh dokter yang telah dilatih untuk itu. Program ini adalah program jangka panjang karena penyakit adiksi/ketergantungan adalah penyakit kronis sehingga penanganannya pun tidak cepat. Program lain adalah buprenorphine (subutex). Kalau yang ini berupa tablet yang sediaannya ada 2, 4 dan 8 mg. Tablet ini dihisap dengan diletakkan di bawah lidah dan didapatkan di dokter yang juga telah dilatih. Subutex lebih mudah didapat sedangkan metadon hanya didapatkan di PTRM yang ditentukan. Pertama kali ada di RSKO Jakarta dan RS Sanglah Bali. Sampai sekarang sudah tersebar di kota2 besar di Indonesia(walaupun belum semua) terutama di RS, puskesmas dan beberapa penjara. Sebenarnya ada beberapa cara untuk menangani mereka yang mengalami ketergantungan terutama jenis heroin. Yang terbaik adalah dengan abstinensia (tidak menggunakan sama sekali) tapi hal ini sangat sulit karena putus heroin sangat menyakitkan (mereka menyebutnya sakaw).
Saat ini penyebaran virus HIV dikalangan pecandu narkoba suntik dapat dikurangi dengan beberapa program “Harm Reduction” (pengurangan dampak buruk), diantaranya program pertukaran jarum steril, pemberian bleaching (desinfektan untuk mensterilkan jarum), program substitusi metadon dan lain-lain.
Mungkin ini bisa membantu Hilda, kalau masih ada yang ingin ditanyakan kami akan berusaha menjawab dengan senang hati.
dr. Putu Asih P
November 25, 2008 at 1:24 am
Terimakasih banyak om dan tante dokter sudah berkenan jawab pertanyaan saya. Sukses buat semuanya om dan tante dokter yachh…
May 6, 2009 at 1:41 pm
SAYA MAU TANYA..
APA YANG DIMAKSUD DENGAN:
KONTOL
TEMPEK
PEJU
KENTU
DOGGY STYLE
69
G-SPOT
ONANI
MANA YG LEBIH ENAK?